Opini

Kita Tidak Sendirian: Peluh, Cinta, dan Harapan di Rumah Kita

Dr. Dakhori, S.Pd.I., M.E.

Dr. Dakhori, S.Pd.I., M.E.

Pegiat Ekonomi Syariah

Diterbitkan: 11 Agustus 2026 • Waktu baca ~3 menit

Hari ini, kita baru saja melihat hasil survei keluarga kita sendiri di Kabupaten Semarang. Jujur saja, saat melihat angka-angka tadi di layar, saya merasa seperti sedang berkaca. Saya yakin antum semua juga merasakan hal yang sama. Survei tadi seolah menepuk pundak kita dan berbisik, “Ternyata, kita semua sedang memikul beban yang sama beratnya.”

Sebagai sesama kader, saya ingin mengajak kita merenungkan sejenak tiga hal dari cermin keluarga kita ini.

1. Lelahnya Antum, Lelahnya Kita Semua

Saudaraku, hampir 70% dari kita mengakui bahwa urusan ekonomi dan keuangan adalah masalah nomor satu. Dapur yang harus terus mengepul, tagihan yang menanti, serta kebutuhan harian yang terus meningkat.

Kalau belakangan ini antum merasa sangat lelah sepulang kerja, kalau kadang antum diam-diam pusing menghitung sisa uang di dompet menjelang akhir bulan, ketahuilah: antum tidak sendirian. Kita semua merasakannya.

Namun, percayalah, setiap tetes keringat antum untuk menafkahi keluarga adalah jihad. Lelah antum adalah lelah yang Allah cintai. Kita mungkin sedang diuji dengan sempitnya rezeki, tetapi hati kita tidak pernah miskin dari prasangka baik kepada Allah.

2. Kecemasan Kita terhadap Anak-anak

Masalah terbesar kedua yang kita hadapi adalah mendidik anak dan menghadapi tantangan gawai. Sebagai sesama orang tua, saya sangat memahaminya. Melihat anak-anak kita tumbuh dan beranjak besar di tengah gempuran zaman dan layar gawai, ada rasa cemas yang diam-diam menyelinap di dada kita. Kita khawatir mereka lebih dekat dengan gawai daripada dengan kita, orang tuanya.

Saudaraku, wajar jika kita sering merasa tertatih-tatih atau terkadang kurang sabar. Menjadi orang tua di zaman ini memang luar biasa berat. Namun, jangan pernah putus asa. Teruslah peluk anak-anak kita. Teruslah sebut nama mereka dalam sujud-sujud panjang kita di sepertiga malam.

3. Mukjizat di Balik Pintu Rumah Kita

Di balik semua ujian ekonomi dan beratnya mendidik anak, ada satu hal dari data tadi yang membuat saya merinding dan terharu.

Ternyata, walaupun dompet sedang tipis, walaupun masalah datang silih berganti, rumah tangga kita—keluarga-keluarga kader PKS di Kabupaten Semarang—tetap harmonis! Cinta dan kebersamaan di rumah antum jauh lebih besar daripada masalah yang ada.

Mengapa bisa begitu?

Karena kita punya Allah. Karena komitmen agama kita menjadi jangkar yang menguatkan dan menyelamatkan. Ini adalah mukjizat, saudaraku. Di luar sana, banyak keluarga retak hanya karena urusan perut. Namun di sini, antum semua memilih untuk bersabar, saling menggenggam tangan pasangan, dan bertahan. Masyaallah.

Pesan untuk Kita Semua

Saudaraku, karena kita tahu bahwa masalah kita sama, mari kita saling menguatkan. Kita ini bukan sekadar teman rapat atau teman berkumpul. Kita adalah saudara dunia dan akhirat.

Kalau ada saudara kita yang berjualan, mari kita beli dagangannya. Kalau ada saudara kita yang sedang mengalami kesempitan, mari kita bantu semampu kita. Jangan pernah merasa gengsi untuk berbagi keluh kesah.

Mari kita pulang hari ini dengan hati yang lebih lapang. Peluk pasangan kita. Peluk anak-anak kita. Katakan kepada mereka, “Terima kasih sudah bertahan dan bersabar.”

Semoga rumah-rumah kita yang sederhana ini kelak bertetangga di surga-Nya Allah.

Catatan Redaksi: Isi opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan, data, dan argumentasi yang disampaikan di dalam artikel tidak selalu mencerminkan sikap resmi redaksi.
Editor: Imam Bukhari
Dr. Dakhori, S.Pd.I., M.E.

Dr. Dakhori, S.Pd.I., M.E.

Pegiat Ekonomi Syariah

Dr. H. Dakhori, S.Pd.I., M.E. merupakan akademisi dan pegiat ekonomi syariah yang aktif menulis serta menjadi narasumber dalam berbagai isu keislaman, ekonomi syariah, dan kebijakan publik. Ia menyelesaikan studi doktor (S-3) bidang Hukum Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan disertasi mengenai implementasi wakaf produktif sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.