Dakwah dan Nilai Keislaman

Khutbah Idul Adha 2026: Bersabar dalam Kesulitan dan Menguatkan Harapan kepada Allah

Nafis Munandar

Nafis Munandar

Anggota DPRD Kab Semarang Fraksi PKS

Diterbitkan: 27 Mei 2026 • Waktu baca ~4 menit

Idul Adha merupakan momentum untuk meneguhkan kembali nilai keimanan, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk memahami bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dari kemampuan materi semata, melainkan dari ketakwaan, ketulusan hati, serta kesediaan untuk saling menguatkan di tengah berbagai ujian kehidupan.

Berikut ini adalah teks khutbah Idul Adha 2026 yang disusun oleh Nafis Munandar (Anggota DPRD Kabupaten Semarang Fraksi PKS periode 2024-2029):

Naskah Khutbah

Khutbah Idul Adha 2026

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الرَّحَمَاتُ، بِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di pagi Idul Adha ini, di antara gema takbir yang kita kumandangkan sejak malam tadi, ada hati-hati yang sedang menanggung beban kehidupan. Ada bapak-bapak yang diam-diam memikirkan cicilan dan biaya sekolah anaknya. Ada ibu-ibu yang setiap hari memutar otak agar dapur tetap mengepul. Ada pedagang yang dagangannya sepi. Ada pekerja yang penghasilannya tidak lagi cukup. Dan mungkin ada di antara jamaah pagi ini yang sejak lama ingin berkurban, tetapi keadaan ekonomi belum memungkinkan.

Maka ketahuilah…
Allah mengetahui semuanya.

Air mata yang tidak terlihat manusia, kegelisahan yang tidak pernah diceritakan kepada siapa-siapa, bahkan doa-doa lirih di sepertiga malam — semuanya didengar oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

Saudara-saudaraku,

Saya yakin, hampir semua yang hadir di tempat ini memiliki keinginan untuk berkurban. Tidak ada seorang muslim pun yang tidak ingin menjadi bagian dari kemuliaan Idul Adha. Tidak ada yang tidak ingin menyaksikan namanya disebut saat hewan kurban disembelih atas nama dirinya dan keluarganya.

Tetapi hidup tidak selalu mudah.

Dan karena itu, jangan pernah merasa hina hanya karena hari ini belum mampu berkurban.

Allah tidak menilai kita sebagaimana manusia menilai. Manusia melihat kemampuan harta, tetapi Allah melihat perjuangan hati.

Bukankah Allah telah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

﴿ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ﴾

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”

Mungkin hari ini kita diuji dengan sempitnya rezeki. Tetapi bukan berarti Allah membenci kita. Bisa jadi justru Allah sedang mendidik kita dengan kesabaran yang kelak meninggikan derajat kita.

Dan jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.

Karena sebesar apa pun kesulitan yang kita hadapi hari ini, rahmat Allah selalu lebih besar.

Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

﴿ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ﴾

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.”

Hari ini mungkin kita belum mampu membeli kambing atau sapi. Tetapi jangan sampai kita kehilangan harapan kepada Allah. Jangan sampai kesulitan ekonomi membuat kita merasa jauh dari kasih sayang-Nya.

Karena Allah sendiri telah menjanjikan dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6:

﴿ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴾

“Fa inna ma‘al-‘usri yusrā. Inna ma‘al-‘usri yusrā.”

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Perhatikan ayat ini, jamaah sekalian…

Allah tidak mengatakan “setelah kesulitan.”
Tetapi Allah mengatakan “bersama kesulitan.”

Artinya di saat hidup terasa sempit, sebenarnya pertolongan Allah sedang berjalan mendekati kita. Mungkin belum terlihat hari ini. Mungkin belum terasa sekarang. Tetapi Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Karena itu jangan berhenti berdoa.

Jangan berhenti mengetuk pintu langit.

Dan Rasulullah ﷺ telah mengajarkan doa bagi orang-orang yang sedang dihimpit kesedihan, utang, dan tekanan hidup:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan.”

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan.

“Wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal.”

Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.

“Wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl.”

Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil.

“Wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.”

Serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan manusia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dan kepada saudara-saudara kita yang tahun ini Allah lapangkan rezekinya sehingga mampu berkurban, maka bersyukurlah. Itu nikmat besar dari Allah.

Tetapi ingat…

Jangan sampai hewan kurban membuat kita merasa lebih mulia daripada saudara kita yang belum mampu berkurban.

Jangan sampai ibadah berubah menjadi kesombongan.

Sebab Allah telah mengingatkan dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

﴿ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ﴾

“Lan yanālallāha luḥūmuhā wa lā dimā’uhā walākin yanāluhut-taqwā minkum.”

“Daging-daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

Yang sampai kepada Allah bukan harga sapinya.
Bukan ukuran kambingnya.
Bukan banyaknya hewan yang disembelih.

Tetapi yang sampai kepada Allah adalah hati yang ikhlas, jiwa yang tunduk, dan ketakwaan seorang hamba.

Semoga Allah melapangkan rezeki di antara kita yang sedang kesulitan.

Semoga Allah mengangkat utang-utangnya.

Semoga Allah menjaga keluarganya.

Semoga Allah mengganti kesedihannya dengan kemudahan dan keberkahan.

Dan semoga kita semua tanpa terkecuali dapat ikut berkurban di tahun depan.

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

PKS Kabupaten Semarang.
Catatan Redaksi: Isi opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan, data, dan argumentasi yang disampaikan di dalam artikel tidak selalu mencerminkan sikap resmi redaksi.
Editor: Imam Bukhari
Nafis Munandar

Nafis Munandar

Anggota DPRD Kab Semarang Fraksi PKS

Nafis Munandar adalah legislator daerah Kabupaten Semarang dari PKS yang fokus pada isu ekonomi dan keuangan daerah serta terlibat dalam fungsi anggaran. Ia menjalankan peran representasi, legislasi, dan pengawasan sebagai bagian dari DPRD.

[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.