Film

Short Movie – Memutar Waktu

Short Movie – Memutar Waktu
PKS
Editor Video5 Juli 2026

Tentang Video Ini

Film pendek ini mengangkat tema tentang luka batin akibat fenomena fatherless, yaitu ketiadaan peran ayah secara emosional, yang dialami oleh seorang anak perempuan bernama Kanaya. Meskipun memiliki ayah, yang ia panggil Abi, Kanaya merasa sosok ayahnya tidak pernah benar-benar hadir dalam hidupnya. Abi selalu sibuk dan jarang meluangkan waktu, bahkan untuk sekadar mendengarkan cerita Kanaya atau menandatangani berkas beasiswanya.

Konflik memuncak ketika Abi menegur Kanaya yang pulang diantar oleh teman laki-lakinya. Teguran itu membuat Kanaya akhirnya meluapkan semua rasa lelah, kecewa, dan sakit hati yang selama ini ia pendam. Ia mengungkapkan bahwa selama ini ia selalu menunggu kehadiran Abi di berbagai momen penting dalam hidupnya, mulai dari wisuda SMA, kebingungan memilih jurusan kuliah, hingga saat ia ingin membagikan kabar baik. Namun, karena Abi tidak pernah ada, Kanaya terpaksa belajar menghadapi semuanya sendiri. Ia pun merasa tidak memiliki tempat pulang.

Klimaks cerita terjadi ketika Abi tiba-tiba jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Di saat ayahnya tidak berdaya, Kanaya menemukan sebuah catatan atau jurnal milik Abi yang ditulis dari tahun ke tahun. Dari catatan tersebut, terungkap fakta yang mengharukan: Abi sebenarnya selalu memperhatikan, menyayangi, dan membanggakan Kanaya secara diam-diam. Ia menonton video saat Kanaya menjuarai lomba, mengetahui bahwa Kanaya lebih menyukai es krim cokelat, dan memahami bahwa Kanaya akan lebih banyak diam ketika sedang sedih.

Melalui catatan itu pula, Abi mengakui bahwa semakin Kanaya tumbuh dewasa, ia semakin bingung bagaimana cara mendekati putrinya. Ia terlalu sibuk mempersiapkan masa depan Kanaya hingga lupa untuk hadir dalam kehidupannya saat ini. Menyadari cinta ayahnya yang selama ini terpendam, Kanaya menangis penuh penyesalan. Ia meminta maaf karena selama ini terlalu sibuk marah tanpa berusaha memahami Abi.

Pada akhirnya, Abi kembali pulih dan hubungan mereka perlahan membaik. Film ditutup dengan suasana hangat ketika Kanaya berpamitan kepada Umi dan Abi di bandara. Dengan penuh kasih sayang, Abi membantu membawakan barang Kanaya dan melepas kepergian putrinya yang akan melanjutkan kuliah ke Mesir. Momen tersebut menjadi tanda bahwa luka batin di antara mereka mulai sembuh, dan hubungan ayah-anak itu menemukan kembali kehangatannya.

Baca Transkrip
Durasi
15:18
Lokasi
–
Format
Liputan Lapangan
Tanggal
4 Juli 2026

Ringkasan Liputan

Ringkasan liputan belum tersedia.

Transkrip Singkat

Bagian 1: Ketiadaan Kehadiran Ayah dan Kesibukan Abi

Bagian pembuka film ini menyoroti fenomena fatherless, yaitu ketiadaan peran ayah secara emosional, yang dirasakan oleh Kanaya. Meskipun ayahnya, Abi, hadir secara fisik di rumah, Kanaya merasa bahwa sang ayah tidak pernah benar-benar ada untuknya. Abi selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan kerap terburu-buru, bahkan menolak permintaan Kanaya untuk sekadar menandatangani berkas beasiswa S2-nya.

Situasi tersebut membuat Kanaya merasa kesepian dan kebingungan karena tidak tahu harus bertanya atau bercerita kepada siapa. Dalam berbagai momen penting, termasuk saat foto wisuda, Kanaya selalu terlihat hanya didampingi oleh Uminya. Hal ini semakin mempertegas kekosongan peran ayah yang ia rasakan dalam hidupnya.

Bagian 2: Puncak Kekecewaan dan Kemarahan Kanaya

Konflik memuncak ketika Kanaya pulang ke rumah setelah diantar oleh teman laki-lakinya dan mendapat teguran dari Abi karena berboncengan berduaan. Abi menasihati Kanaya agar mau bercerita kepadanya jika sedang memiliki masalah. Namun, nasihat tersebut justru memicu Kanaya untuk meluapkan seluruh emosi yang selama ini ia pendam.

Kanaya mengungkapkan kekecewaannya karena selama ini ia harus belajar menjadi kuat dan mengambil keputusan sendiri tanpa kehadiran ayahnya. Ia merasa Abi tidak pernah ada di berbagai momen penting dalam hidupnya, seperti saat wisuda SMA, ketika ia kebingungan memilih jurusan kuliah, hingga saat ia ingin membagikan kabar baik. Semua rasa kecewa itu membuat Kanaya merasa lelah, kesepian, dan tidak memiliki tempat untuk pulang.

Bagian 3: Insiden Pingsan dan Penemuan Jurnal Abi

Tepat setelah Kanaya meluapkan seluruh emosinya, Abi tiba-tiba jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Di saat ayahnya terbaring tidak berdaya, Kanaya menemukan sebuah buku catatan atau jurnal milik Abi.

Jurnal tersebut berisi curahan hati Abi dari tahun ke tahun. Di dalamnya, terungkap bahwa selama ini Abi diam-diam selalu memperhatikan perjalanan hidup Kanaya. Ia menonton video saat Kanaya mengikuti lomba, mengingat berbagai momen penting dalam hidup putrinya, hingga menyadari hal-hal kecil seperti makanan kesukaan Kanaya.

Melalui catatan itu, Abi juga mengakui bahwa semakin Kanaya tumbuh dewasa, ia semakin bingung bagaimana cara mendekati putrinya. Perasaan sayang yang selama ini tidak mampu ia ungkapkan secara langsung ternyata tersimpan dalam setiap halaman jurnal tersebut.

Bagian 4: Titik Balik dan Penyesalan Kanaya

Melalui catatan tersebut, Kanaya mengetahui bahwa Abi selama ini menyimpan rasa bersalah. Abi merasa terlalu sibuk mempersiapkan masa depan Kanaya hingga lupa untuk hadir dalam kehidupan putrinya saat ini.

Di samping Abi yang terbaring sakit, Kanaya menangis penuh penyesalan. Ia menyadari bahwa selama ini ia mengira ayahnya tidak peduli, padahal Abi sebenarnya sangat menyayanginya dengan cara yang tidak pernah ia pahami.

Kanaya pun meminta maaf karena selama ini terlalu sibuk marah tanpa berusaha mengerti perasaan ayahnya. Dengan suara bergetar, ia meminta Abi untuk segera bangun karena masih banyak hal yang ingin ia ceritakan dan masih banyak waktu yang ingin ia habiskan bersama sang ayah.

Bagian 5: Lembaran Baru dan Keberangkatan ke Mesir

Bagian penutup menunjukkan bahwa sang ayah telah pulih dan hubungan keluarga mereka mulai membaik. Dengan latar di bandara, Umi menyampaikan pesan menyentuh kepada Kanaya yang akan berangkat kuliah ke Mesir. Ia mengingatkan Kanaya agar tidak memendam kesedihan seorang diri, karena Kanaya selalu memiliki rumah untuk pulang. Kehangatan hubungan ayah dan anak juga terlihat ketika sang ayah menawarkan diri untuk membawakan koper Kanaya yang berat. Adegan ini menandakan bahwa komunikasi dan kasih sayang di antara mereka akhirnya dapat tersampaikan dengan baik.

Topik:Film
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.