Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja, sampai akhirnya kamu membuka media sosial dan melihat pencapaian orang lain? Seketika, rasa “kurang” itu muncul. Atau sebaliknya, saat berhasil sedikit saja, rasa “lebih unggul” mulai menyelip di hati.
Tanpa sadar, kita sering menggunakan standar dunia untuk mengukur nilai diri kita sendiri. Padahal, dunia ini berputar terlalu cepat jika terus diikuti.
Padahal, ada pengingat yang menenangkan dari QS. Al-Hadid ayat 23:
“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu.”
Pada akhirnya, yang paling mahal di dunia ini bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, melainkan hati yang tetap tenang—baik saat digenggamkan nikmat, maupun saat harus merelakan yang luput.