118 tahun lalu, sekelompok anak muda terpelajar memilih untuk tidak diam.
Mereka percaya bahwa bangsa ini harus bangkit. Bukan hanya dengan keberanian, tetapi juga dengan ilmu, persatuan, dan kepedulian.
Dari semangat itulah Boedi Oetomo lahir pada 20 Mei 1908.
Hari ini, semangat itu masih menuntut jawaban dari kita.
Sebab tantangan bangsa belum selesai.
Generasi muda masih menghadapi sikap apatis, tekanan ekonomi, perpecahan di ruang digital, dan melemahnya rasa kebersamaan.
Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa masa depan Indonesia tidak tumbuh dengan sendirinya.
Ia perlu dijaga. Dikuatkan. Diperjuangkan bersama.
Di Kabupaten Semarang, semangat itu terus kami rawat melalui pembinaan pemuda, aksi sosial, pemberdayaan masyarakat, dan ikhtiar menjaga persatuan.
Bangkit bukan sekadar mengenang sejarah.
Bangkit adalah memilih untuk ikut bergerak hari ini.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional.
Mari jaga tunas bangsa demi Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.