GETASAN, KABUPATEN SEMARANG – Seruan “Hayya ‘alal falah” menggema dalam kegiatan Kemah Bakti Nusantara (Kembara) dan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) di Spekta Merbabu, Getasan, Kabupaten Semarang, Ahad (5/7). Di hadapan sekitar 1.000 kader utama PKS dari berbagai wilayah Jawa Tengah, Presiden PKS Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. menjadikan seruan itu sebagai pesan utama tentang optimisme, perjuangan, dan kemenangan yang diraih melalui kerja nyata untuk masyarakat.
Al Muzzammil menjelaskan, “Hayya ‘alal falah” bukan sekadar lafaz yang akrab terdengar dalam azan, tetapi juga panggilan moral untuk bergerak menuju keberhasilan. Dalam konteks kerja kader, seruan itu dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kedisiplinan, memperluas pelayanan, membangun komunikasi yang merangkul, dan menghadirkan manfaat bagi publik.
“Hayya ‘alal falah adalah ajakan menuju kemenangan. Kemenangan itu tidak hadir dengan diam, tetapi dengan ikhtiar, doa, kebersamaan, dan kerja yang sungguh-sungguh,” ujar Al Muzzammil.
Menurutnya, kader PKS perlu memiliki mental pemenang yang terbuka terhadap masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya membangun jembatan sosial, bukan menutup diri. Kader, kata dia, harus mampu hadir di tengah berbagai komunitas, mulai dari lingkungan pendidikan, pesantren, petani, pasar, pemuda, perempuan, komunitas kesehatan, olahraga, hingga kelompok-kelompok sosial lainnya.
“Potensi kita bukan hanya jumlah kader yang hadir di tempat ini. Potensi itu bisa berkembang jauh lebih besar ketika kader mampu membangun jembatan dengan masyarakat,” katanya.
Al Muzzammil menyebut sikap merangkul sebagai kunci penting dalam kerja sosial dan kebangsaan. Karena itu, ia mendorong kader untuk mengembangkan cara berpikir bridging, not blocking — membangun jembatan komunikasi, bukan sekat sosial. Menurutnya, masyarakat Indonesia sangat luas dan beragam, sehingga kerja politik harus dijalankan dengan semangat kolaborasi, penghormatan, dan pelayanan.
Ia juga mengingatkan bahwa PKS tidak boleh hanya dipahami sebagai partai politik elektoral. Lebih dari itu, PKS harus terus memperkuat dirinya sebagai gerakan dakwah dan gerakan pelayanan yang hadir dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Al Muzzammil menekankan tiga agenda penting bagi kader. Pertama, pewarisan nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. Kedua, penguatan pembinaan dan kualitas kader. Ketiga, peningkatan produktivitas kader dalam pelayanan publik dan kerja-kerja sosial.

Ia meminta para kader senior menuliskan pengalaman, perjalanan, dan pembelajaran mereka agar dapat menjadi warisan nilai bagi anak, cucu, dan generasi muda. Menurutnya, pengalaman kader merupakan aset penting yang dapat menjadi inspirasi, dokumentasi, sekaligus amal jariah dalam perjalanan dakwah dan pelayanan.
“Pengalaman itu perlu ditulis dan dikumpulkan. Itu bisa menjadi pembelajaran bagi anak cucu dan generasi penerus,” ujarnya.
Al Muzzammil juga menegaskan pentingnya memperkuat kaderisasi, pelayanan publik, dan pemenangan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Ia menyebut kerja politik harus terus diarahkan untuk memperluas manfaat, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada rakyat.
Selain itu, ia mendorong penguatan peran perempuan dan pemuda sebagai sayap penting gerakan. Menurutnya, ruang partisipasi perempuan dan pemuda harus semakin terbuka, termasuk bagi masyarakat luas yang memiliki kepedulian dan keinginan untuk bersama-sama membangun kehidupan publik yang lebih baik.
Di akhir arahannya, Al Muzzammil kembali mengajak seluruh peserta menghidupkan optimisme melalui seruan “Hayya ‘alal falah”. Seruan itu menjadi penutup sekaligus penegasan bahwa perjuangan, pelayanan, dan kemenangan harus dijalani dengan keyakinan, kerja keras, dan semangat kebersamaan.
Kegiatan Kembara dan Latansa PKS Jawa Tengah menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader, ketahanan fisik dan mental, serta komitmen pelayanan sosial. Melalui kegiatan ini, kader didorong untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memperluas kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.