GETASAN, KABUPATEN SEMARANG — Di tengah suasana rindang Spekta Merbabu, Getasan, Kabupaten Semarang, Ahad (5/7), momen haru hadir seusai arahan Presiden PKS Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. dalam kegiatan Kemah Bakti Nusantara (Kembara) dan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Jawa Tengah.
Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., Akt. mengumpulkan sejumlah pasangan suami istri peserta Kembara dan Latansa untuk menerima doorprize. Dari antara para peserta, pasangan kader senior asal Kabupaten Tegal, Wahidin dan Nuriyah Adam, mendapat hadiah istimewa berupa perjalanan umrah ke Tanah Suci.
Wahidin, kelahiran 1955, dan Nuriyah Adam, kelahiran 1951, menjadi pasangan suami istri berusia di atas 70 tahun yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi perhatian karena menunjukkan semangat berkhidmat yang tidak surut oleh usia.
Bagi Wahidin, hadiah umrah itu bukan hanya kebahagiaan pribadi, tetapi juga pengingat untuk terus menjaga komitmen dalam jalan dakwah dan pembinaan.
“Insyaallah kami akan istiqamah dalam dakwah, dalam tarbiyah, dalam pembinaan, dan dalam rekrutmen,” ujar Wahidin.
Ia juga mengutip semangat pesan penyair dan pemikir Muslim Muhammad Iqbal bahwa di jalan perjuangan tidak ada tempat untuk berhenti; sikap lamban berarti mati, dan mereka yang terus bergerak akan maju ke depan. Bagi Wahidin, pesan itu terasa dekat dengan perjalanan hidup kader yang dituntut terus bergerak, melayani, dan menebar manfaat.
Keharuan pun menyelimuti peserta. Di tengah kegiatan yang menekankan ketahanan fisik, mental, dan komitmen pelayanan sosial, Wahidin dan Nuriyah menjadi potret bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia. Keduanya hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai teladan kesetiaan dalam pembinaan dan kerja-kerja dakwah.

Sebelumnya, Presiden PKS Dr. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. menyampaikan arahan kepada sekitar 1.000 kader utama PKS dari berbagai wilayah Jawa Tengah. Ia menyerukan pesan “Hayya ‘alal falah” sebagai ajakan untuk membangun optimisme, memperkuat kedisiplinan, memperluas pelayanan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Al Muzzammil menekankan bahwa kemenangan tidak hadir dengan diam, tetapi melalui ikhtiar, doa, kebersamaan, dan kerja sungguh-sungguh. Ia juga mendorong kader untuk membangun jembatan sosial dengan masyarakat luas, bukan menutup diri dalam sekat-sekat kelompok.
Momen pemberian hadiah umrah kepada Wahidin dan Nuriyah pun menjadi penutup yang hangat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di bawah pepohonan Spekta Merbabu, pesan tentang perjuangan, pelayanan, dan keteguhan terasa lebih hidup: bahwa selama masih ada kemauan untuk bergerak, selalu ada ruang untuk berkontribusi.
Kegiatan Kembara dan Latansa PKS Jawa Tengah menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader, ketahanan fisik dan mental, serta komitmen pelayanan sosial. Melalui kegiatan ini, kader didorong untuk semakin dekat dengan masyarakat dan memperluas kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.