TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG — Kader yang berhenti bergerak diibaratkan seperti air tergenang yang lambat laun dapat menjadi sumber masalah. Dengan perumpamaan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Haris mengajak seluruh struktur PKS di Kabupaten Semarang terus bergerak, memperluas silaturahmi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Haris saat menjadi pembicara utama dalam Konsolidasi DPD dengan DPC PKS se-Kabupaten Semarang di Rumah Makan Cikal Gading, Tuntang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus harian DPD dan DPC PKS dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang. Konsolidasi digelar untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyamakan arah pelayanan dan gerakan partai di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Haris menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh strategi menghadapi pemilu. Menurut dia, organisasi politik juga harus memiliki ketahanan spiritual, struktur yang solid, serta gerakan yang berlangsung secara konsisten.
Ia merumuskan ketiga fondasi tersebut dalam istilah maknawiyah mutawazinah, matanah tanzimiyah, dan harakah mustamirah. Secara kontekstual, istilah tersebut merujuk pada keseimbangan spiritual, kekokohan organisasi, dan gerakan yang berkelanjutan.
Kekuatan Batin Harus Tercermin dalam Pelayanan
Fondasi pertama, maknawiyah mutawazinah, menekankan pentingnya keseimbangan dan ketahanan spiritual kader. Haris mengajak kader menjaga kedisiplinan dalam membaca Al-Qur’an, berzikir, menjalankan salat malam, serta melaksanakan puasa sunah.
Namun, menurut dia, kekuatan spiritual tidak boleh berhenti pada aktivitas pribadi. Nilai-nilai tersebut harus terlihat dalam kejujuran, kesungguhan bekerja, kepedulian sosial, dan kesediaan melayani masyarakat.
Kader, lanjut Haris, harus mampu menjadi pribadi yang tenang menghadapi tekanan, tidak mudah kehilangan semangat, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Fondasi kedua adalah matanah tanzimiyah atau kekokohan organisasi. Haris meminta seluruh struktur, mulai dari DPD, DPC hingga tingkat ranting atau DPRa, menjaga kekompakan dan memperkuat komunikasi.
Soliditas tersebut dinilai penting karena ketentuan yang akan digunakan pada Pemilu 2029 masih dapat mengalami perubahan, termasuk mengenai sistem pemilu dan ambang batas parlemen. Dalam situasi apa pun, struktur yang kuat, adaptif, dan dekat dengan masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan.
“Struktur harus tetap solid, enerjik, dan progresif,” pesan Haris.
Fondasi ketiga, harakah mustamirah, adalah keberlanjutan gerakan. Haris meminta kader tidak hanya aktif ketika memasuki masa pemilu, tetapi terus menjalin hubungan dengan keluarga, sahabat, tetangga, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok warga.
Menurut dia, kerja politik yang baik harus berlangsung setiap hari melalui silaturahmi, kegiatan sosial, pendidikan politik, serta pendampingan terhadap persoalan masyarakat.
Dalam konteks itulah Haris mengibaratkan kader yang berhenti bergerak seperti air tergenang. Sebaliknya, gerakan yang terus mengalir akan memperluas manfaat dan menjaga organisasi tetap sehat.
Sampaikan Empat Arah Kebijakan PKS
Pada kesempatan tersebut, Haris juga menyampaikan empat putusan Musyawarah III Majelis Syura PKS yang digelar di Jakarta pada 25–26 Juli 2026.
Putusan pertama berkaitan dengan dukungan terhadap kebijakan ekonomi nasional yang sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kebijakan tersebut diharapkan memastikan kekayaan dan sumber daya nasional memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Haris mengapresiasi arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan bahwa kekayaan negara harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
Putusan kedua mendorong penguatan ekonomi syariah, termasuk pengembangan industri halal, optimalisasi wakaf produktif, serta pembangunan ekosistem regulasi dan kelembagaan yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Putusan ketiga menekankan perlunya kerja bersama dalam menangani korupsi, judi daring, pinjaman daring ilegal, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai persoalan sosial lainnya melalui langkah yang tegas serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Adapun putusan keempat menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan dan amanat konstitusi Indonesia untuk menolak segala bentuk penjajahan. Keempat putusan tersebut merupakan hasil resmi Musyawarah III Majelis Syura PKS.
Persatuan Menjadi Modal Besar Indonesia
Selain membahas penguatan organisasi, Haris mengajak peserta mensyukuri besarnya potensi dan keragaman Indonesia. Menurut dia, kemampuan menyatukan berbagai suku, bahasa, budaya, dan wilayah dalam satu negara merupakan pencapaian besar yang harus terus dirawat.
Kemajemukan tersebut tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi modal untuk memperkuat persatuan, kerja sama, dan semangat membangun bangsa.
Karena itu, ia meminta kader menjaga cara berkomunikasi dengan masyarakat. Kerja politik harus dilakukan dengan pendekatan yang santun, terbuka, dan menghargai perbedaan.
Berpengalaman di Pemerintahan dan Parlemen
Muhammad Haris merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PKS yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah I. Saat ini, ia bertugas di Komisi IX DPR RI yang antara lain membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan jaminan sosial.
Sebelum menjadi anggota DPR RI, Haris pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Salatiga selama dua periode, yakni 2011–2016 dan 2017–2022. Ia menempuh pendidikan sarjana bidang sastra di Universitas Gadjah Mada, kemudian menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Politik dan doktor di Universitas Diponegoro.
Pengalaman di pemerintahan daerah, organisasi politik, dan parlemen tersebut turut mewarnai pesan Haris agar konsolidasi partai tidak berakhir sebagai kegiatan internal. Konsolidasi harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan warga.
Dalam kegiatan tersebut, Haris juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran DPD PKS Kabupaten Semarang, termasuk Ketua DPD Muhammad Nurkholis dan Sekretaris Ahmad Muntaha, yang terus mengoordinasikan struktur partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Haris menutup arahannya dengan mengajak seluruh peserta menjaga semangat pengabdian dan memastikan setiap program partai memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu dirangkum melalui pantun yang disampaikannya:
“Pergi ke taman memetik melati,
harumnya sampai ke dalam hati.
Kader terus berbakti,
untuk rakyat sepenuh hati.”