JAMBU, KABUPATEN SEMARANG – Ratusan siswa SMK Negeri 1 Jambu, Kabupaten Semarang, dibekali pengetahuan untuk mengenali dan mencegah gangguan kesehatan mental, mulai dari stres, kecemasan berlebih, hingga depresi. Edukasi tersebut dinilai penting karena pelajar sekolah kejuruan menghadapi tekanan akademik sekaligus tuntutan kesiapan memasuki dunia kerja.
Sosialisasi kesehatan jiwa itu diselenggarakan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Ambarawa. Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan tenaga pendidik SMK Negeri 1 Jambu.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida mengatakan, perhatian terhadap kesehatan mental pelajar harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Ida, tanggung jawab pemerintah daerah dan legislatif tidak hanya mencakup pembangunan sarana fisik dan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan mental peserta didik.
“Pelajar SMK menghadapi tantangan akademik sekaligus tuntutan kesiapan kerja. Jika kondisi mental mereka terganggu, proses belajar tidak akan berjalan optimal dan upaya mencetak sumber daya manusia berkualitas akan terhambat,” kata Ida.
Ia mengatakan Komisi E DPRD Jawa Tengah terus mendorong penguatan program pendampingan dan edukasi kesehatan jiwa di sekolah. Kondisi sehat, lanjut dia, tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga mencakup kesejahteraan mental dan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan jiwa melalui pengelolaan kondisi fisik, emosi, waktu, dan pola pikir.
Para siswa dianjurkan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap hari, rutin berolahraga, serta membatasi konsumsi makanan olahan dan siap saji. Mereka juga didorong menyalurkan emosi melalui kegiatan positif, seperti menulis, berkesenian, atau aktivitas lain yang diminati.
Ketika menghadapi tekanan, siswa diminta tidak ragu menceritakan masalah kepada orang tua, teman yang dipercaya, wali kelas, maupun guru bimbingan dan konseling.
Pengelolaan waktu juga menjadi salah satu materi yang ditekankan. Siswa diajak menghindari kebiasaan belajar secara mendadak menjelang ujian dan mulai menyusun skala prioritas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Nilai yang belum memuaskan atau kegagalan juga perlu dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai alasan untuk menyalahkan diri sendiri. Siswa turut diingatkan agar memilih lingkungan pertemanan yang positif dan membatasi dampak buruk penggunaan media sosial.
Kepala SMK Negeri 1 Jambu Maya Harsasi menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurut dia, pemahaman mengenai kesehatan mental diperlukan agar siswa lebih siap menghadapi tekanan selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.
Sekolah berharap edukasi kesehatan jiwa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, lulusan SMK Negeri 1 Jambu diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan kejuruan, tetapi juga ketahanan mental yang kuat.