KABUPATEN SEMARANG — PKS Kabupaten Semarang tidak hanya bicara politik elektoral. Melalui Sekolah Bahasa Arab, partai ini mulai memperkuat kapasitas kader dari sisi keilmuan, spiritualitas, dan peran dakwah di masyarakat.
Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan Studium Generale Sekolah Bahasa Arab DPD PKS Kabupaten Semarang yang digelar secara daring pada Minggu malam (28/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 anggota pelopor PKS dari seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
Sebelum Studium Generale diselenggarakan, seluruh anggota pelopor telah mengikuti ujian bahasa Arab berbasis daring. Ujian tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman kader terhadap bahasa Arab sekaligus menjadi dasar pengelompokan kelas dalam program Sekolah Bahasa Arab.
Ketua Bidang Kaderisasi PKS Kabupaten Semarang, Ahmad Rifai, mengatakan Sekolah Bahasa Arab menjadi bagian dari komitmen struktur partai dalam meningkatkan kualitas keilmuan dan keimanan kader. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah baru dalam pembinaan kader PKS Kabupaten Semarang.
“Ini menjadi komitmen dari struktur tentang betapa pentingnya kita semua untuk belajar bahasa Arab,” ujar Ahmad Rifai dalam sambutannya.
Rifai menyebut, selama dirinya menjadi kader PKS, kegiatan pembelajaran bahasa Arab secara resmi dalam format sekolah seperti ini merupakan hal yang baru. Karena itu, ia menilai peluncuran Sekolah Bahasa Arab menjadi momentum penting bagi anggota pelopor untuk memperkuat kapasitas diri.
Menurutnya, bagi kader yang sudah pernah mempelajari bahasa Arab, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengulang dan menguatkan kembali pemahaman yang telah dimiliki. Sementara bagi kader yang belum memiliki dasar bahasa Arab yang kuat, program ini menjadi kesempatan untuk belajar secara bertahap dan terarah.
Rifai mengatakan, hasil ujian bahasa Arab yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi cerminan awal kemampuan kader. Dari hasil tersebut, penyelenggara dapat memetakan kebutuhan pembelajaran sehingga proses pendidikan bahasa Arab bisa berlangsung lebih efektif sesuai tingkat kemampuan peserta.
“Sekolah bahasa Arab ini jangan disikapi sebagai beban atau merasa tidak bisa karena hasil imtihan kecil. Justru ini adalah ikhtiar kita untuk meningkatkan kualitas,” katanya.
Rifai menjelaskan, PKS Kabupaten Semarang telah membentuk tim khusus untuk mengelola pelaksanaan Sekolah Bahasa Arab. Tim tersebut terdiri atas direktur dan jajaran pengurus yang akan mengawal proses pembelajaran agar berjalan secara terstruktur.

Ia menegaskan, sebagai anggota pelopor, kader PKS dituntut untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan dan keimanan. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya partai dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas kader secara berkelanjutan.
Dalam konteks pembinaan kader, Rifai juga menyampaikan bahwa perangkat pembinaan ditingkat UPA (Unite Pembinaan Anggota) terus diperkuat. Penguatan itu antara lain dilakukan melalui keberadaan penanggung jawab bahasa Arab, penanggung jawab Al-Qur’an, penanggung jawab olahraga, dan penanggung jawab rekrutmen.
“Ini adalah bentuk ikhtiar dan kesungguhan struktur untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kader kita,” ujarnya.
Rifai menambahkan, penguasaan bahasa Arab memiliki kedudukan penting bagi kader PKS sebagai bagian dari partai dakwah. Menurutnya, bahasa Arab menjadi salah satu pintu untuk memahami Al-Qur’an secara lebih baik, sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan peran keagamaan di masyarakat.
“Karena Al-Qur’an diturunkan oleh Allah dengan bahasa Arab, maka kita pun dituntut untuk sedikit banyak mengetahui kaidah dan kosakata bahasa Arab. Harapannya, kita semakin bisa mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an,” ucapnya.
Selain untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, Rifai menilai Sekolah Bahasa Arab juga menjadi sarana untuk tafaqquh fiddin atau memperdalam ilmu agama. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para kader saat menjalankan aktivitas dakwah, memimpin doa, maupun memberikan tausiah dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Sekolah Bahasa Arab bukan program singkat. Pembelajaran dirancang berlangsung dalam jangka panjang, bahkan dapat berjalan hingga tiga tahun karena terdiri atas beberapa semester dan beberapa level pembelajaran.
Karena itu, Rifai meminta para peserta menjaga komitmen dan kesungguhan selama mengikuti proses pembelajaran. Ia berharap antusiasme peserta tidak hanya tinggi pada awal program, tetapi tetap terjaga hingga proses pembelajaran selesai.
“Sekolah Bahasa Arab ini waktunya panjang, bisa sampai tiga tahun. Tentu ini membutuhkan kesabaran dan kesungguhan bagi kita semua,” katanya.
Rifai berharap para peserta tidak mudah berhenti di tengah jalan. Ia menyinggung fenomena yang kerap terjadi dalam kegiatan pembelajaran jangka panjang, yakni jumlah peserta yang berkurang seiring berjalannya waktu. Karena itu, komitmen peserta menjadi faktor penting agar tujuan program dapat tercapai.
Dari sisi kelembagaan, Bidang Kaderisasi PKS Kabupaten Semarang akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemantauan dilakukan agar proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan, yakni membekali kader dengan pengetahuan bahasa Arab dan meningkatkan kualitas pembinaan anggota pelopor.
“Kami dari BKP akan terus melakukan monitoring agar tujuan membekali para kader dengan pengetahuan bahasa Arab bisa tercapai dan kualitas kita semakin meningkat,” ujar Rifai.
Kegiatan Studium Generale Sekolah Bahasa Arab DPD PKS Kabupaten Semarang menghadirkan Ustaz Muhammad As’ad sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, Rifai menyampaikan apresiasi kepada narasumber, pembimbing UPA, pengurus DPTD PKS Kabupaten Semarang, serta seluruh anggota pelopor yang hadir mengikuti kegiatan secara daring.
Melalui peluncuran Sekolah Bahasa Arab ini, PKS Kabupaten Semarang berharap pembinaan kader dapat berjalan lebih menyeluruh. Tidak hanya memperkuat aspek organisasi, tetapi juga memperdalam keilmuan, meningkatkan keimanan, serta memperkuat peran kader dalam aktivitas dakwah dan pelayanan masyarakat.