Kegiatan Kader

Usia Bukan Halangan, Kisah Inspiratif Nenek 4 Cucu Gerakkan 9 Kelompok Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Semarang

24 Mei 2026 • Waktu Baca 3 Menit
Usia Bukan Halangan, Kisah Inspiratif Nenek 4 Cucu Gerakkan 9 Kelompok Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Semarang
Kartinah atau Bunda Titin membagikan kisah inspiratifnya dalam membina sembilan kelompok masyarakat pada acara Pendidikan Politik dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembina DPD PKS Kabupaten Semarang di Cikal Gading, Tuntang, Minggu (24/5/2026). Kisahnya menegaskan bahwa usia, keterbatasan fisik, maupun latar pendidikan bukan penghalang untuk terus berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Foto: Dok. Humas

TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG – Seringkali, bertambahnya usia, keterbatasan fisik, hingga tingkat pendidikan dijadikan alasan bagi seseorang untuk berhenti berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Namun, batasan tersebut berhasil dipatahkan oleh Kartinah (56), seorang nenek dengan empat cucu yang secara luar biasa mampu mengasuh dan memimpin sembilan kelompok pembinaan masyarakat sekaligus.

Kisah inspiratif ini dibagikan oleh Kartinah, atau yang akrab disapa Bunda Titin, di hadapan ratusan penggerak masyarakat dalam acara Pendidikan Politik dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembina yang digelar oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang, Minggu (24/5/2026). Acara ini berlangsung dari pagi hingga sore hari di Cikal Gading, Kecamatan Tuntang.

Tampil dengan gaya yang hangat dan penuh canda, Kartinah menceritakan perjalanan pengabdiannya yang bermula dari kepindahannya dari hiruk-pikuk kota Jakarta ke lingkungan Kaliwungu yang saat itu sangat sepi. Rasa sepi tersebut justru memicu kepeduliannya untuk merangkul masyarakat sekitar. Ia memegang teguh sebuah prinsip hidup yang kuat.

“Di mana pun saya berpijak, saya harus bermanfaat,” tegas Kartinah membagikan moto hidupnya yang menjadi motor penggerak perjalanannya.

Demi mewujudkan tekad tersebut, Kartinah yang sebelumnya terbiasa dengan kemudahan transportasi publik di Jakarta, memaksa dirinya untuk belajar mengendarai sepeda motor. Baginya, mobilitas adalah kunci untuk bisa menyapa warga dari satu desa ke desa lainnya di Kaliwungu hingga ke Tengaran.

Pendekatan Membumi, Dari Teras PAUD hingga Status WhatsApp

Dalam merangkul masyarakat, Kartinah tidak menggunakan cara-cara yang rumit. Ia memulai langkahnya dari lingkungan terdekat, yakni saat ia menjadi Kepala Sekolah PAUD. Melihat banyak ibu-ibu yang hanya mengobrol saat menunggu anak-anaknya sekolah, ia berinisiatif mengajak mereka membentuk kelompok belajar di teras masjid.

“Saya sampaikan kepada mereka, Ibu-ibu, kalau anaknya pengin pintar, ibunya juga harus pintar,” ungkap Kartinah mengenang rekrutmen pertamanya yang sukses melahirkan kelompok binaan yang eksis hingga hari ini.

Tidak hanya berinteraksi tatap muka, Kartinah juga sangat adaptif dengan teknologi. Ia aktif memanfaatkan fitur status WhatsApp untuk membuka kelas-kelas belajar baru bagi para perempuan dewasa, membuktikan bahwa semangat berinovasi tidak mengenal batas usia. Jika ada anggota yang mundur, ia tidak patah semangat dan terus merangkul mereka dengan pendekatan yang menyenangkan, seperti membagikan momen kebersamaan dan makan bersama di grup.

Menghapus Rasa Minder dan Menemukan Kebahagiaan

Salah satu tantangan terbesar Kartinah adalah ketika ia harus memimpin kelompok yang berisi ibu-ibu lansia pensiunan guru dan hajah, sementara dirinya hanyalah lulusan sekolah setingkat SLTA (Sekolah Pendidikan Guru). Namun, ia memutarbalikkan rasa tidak percaya diri tersebut menjadi ruang kolaborasi. Ia justru memberdayakan para pensiunan guru tersebut untuk bergantian mengisi materi dan berbagi pengalaman.

Bagi Kartinah, memimpin sembilan kelompok masyarakat dengan berbagai latar belakang dinamis—mulai dari lansia hingga para guru yang kelelahan sepulang kerja—bukanlah sebuah beban, melainkan sumber energi hidupnya.

“Kalau ditanya motonya apa, pengabdian ini adalah kebahagiaan dunia akhirat,” ucapnya penuh syukur.

Melalui kegiatan tersebut, DPD PKS Kabupaten Semarang berharap kisah Kartinah dapat menjadi inspirasi bagi para pembina, penggerak partai, dan masyarakat luas untuk terus berperan dalam pemberdayaan lingkungan sekitar.

Kontributor: Imam B. Editor: Imam B.
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.