Sore itu, Sabtu (14/3/2026), halaman Kantor DPTD PKS Kabupaten Semarang mulai dipenuhi kehangatan kebersamaan. Sejak pukul 16.30 WIB, para kader, simpatisan, dan tamu undangan berdatangan untuk menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh DPD PKS Kabupaten Semarang. Suasana terasa hangat dan akrab—lebih seperti pertemuan keluarga besar yang lama tak bersua.
Di tengah suasana tersebut, Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, Muhammad Nurkholis, menyapa para peserta dengan penuh kehangatan. Ia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak shalawat, memohon keberkahan Ramadan sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama.
Dengan nada yang santai namun penuh makna, Nurkholis menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara terdapat kekurangan.
“Terima kasih kepada panjenengan semua yang sudah hadir. Kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan, tempat, maupun waktu pelaksanaan masih ada yang kurang berkenan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kabupaten Semarang periode saat ini. Menurutnya, kepengurusan ini hadir dengan semangat baru untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Namun dengan nada bercanda, ia juga menyampaikan pesan yang membuat hadirin tersenyum.
“Kalau nanti ketemu kami di jalan, jangan sungkan untuk menyapa atau bahkan menegur. Jangan sampai pengurus PKS lewat begitu saja tidak diingatkan,” ucapnya disambut tawa ringan para peserta.
Ia juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar para pengurus diberikan kekuatan, keikhlasan, dan istiqomah dalam menjalankan amanah melayani masyarakat Kabupaten Semarang.
Momentum Ramadan, menurut Nurkholis, adalah saat yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keistiqomahan—baik dalam ibadah maupun dalam berbuat kebaikan kepada sesama.
“Ramadan ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bagaimana kita menjaga keistiqomahan dalam kebaikan. Semoga setelah Ramadan pun semangat ibadah kita tetap terjaga,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia menyelipkan guyonan khas Ramadan yang langsung mengundang gelak tawa.
“Biasanya kalau awal Ramadan, shaf shalat jamaah itu sampai belakang penuh sekali. Tapi makin tanggal tua kok shaf-nya malah makin maju,” candanya. “Mungkin jamaahnya bukan berkurang, tapi makin khusyuk sampai maju ke depan semua.”
Suasana pun pecah oleh tawa hangat para hadirin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, buka puasa, serta ramah tamah antar peserta. Di tengah hidangan sederhana dan percakapan yang mengalir, kebersamaan terasa begitu hangat—menjadi pengingat bahwa Ramadan selalu membawa ruang untuk memperkuat persaudaraan dan semangat melayani masyarakat.