TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG — Usaha ternak ayam petelur dapat menjadi penopang kegiatan sosial dan politik tanpa harus mengandalkan biaya besar. Gagasan itu disampaikan Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang Muhammad Nurkholis saat mendorong pengurus partainya membangun kemandirian ekonomi dari usaha-usaha produktif berskala kecil.
Menurut Nurkholis, keterbatasan biaya tidak semestinya menghalangi seseorang untuk bersilaturahmi, menghadiri kegiatan warga, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Jangan jadikan uang sebagai hambatan,” kata Nurkholis dalam Konsolidasi DPD dengan DPC PKS se-Kabupaten Semarang di Rumah Makan Cikal Gading, Tuntang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus harian DPD dan DPC PKS dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.
Dalam arahannya, Nurkholis mencontohkan usaha ternak ayam petelur yang dapat dimulai dengan modal terbatas. Sebagian keuntungan usaha itu, kata dia, bisa disisihkan untuk mendukung kegiatan silaturahmi dan aktivitas sosial di tengah masyarakat.
“Kalau memiliki usaha ternak ayam petelur dengan modal Rp1 juta, sebagian hasilnya dapat disisihkan untuk biaya silaturahmi,” ujarnya.
Contoh tersebut, menurut Nurkholis, menunjukkan bahwa aktivitas politik tidak selalu harus dijalankan dengan pembiayaan besar. Kreativitas, konsistensi, dan kemampuan mengembangkan usaha produktif justru dapat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan kemasyarakatan.
Ia menilai kemandirian ekonomi juga dapat memperkuat ketahanan keluarga para pengurus. Dengan memiliki sumber penghasilan produktif, kegiatan sosial dan interaksi dengan warga dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan.
Nurkholis mendorong pengurus PKS untuk lebih aktif hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pengajian, pertemuan lingkungan, kegiatan keluarga, dan forum warga di tingkat desa.
Kehadiran dalam berbagai ruang sosial tersebut dinilai penting agar pengurus dapat mendengar langsung persoalan masyarakat. Hubungan dengan warga, kata dia, tidak cukup dibangun melalui kegiatan formal atau hanya menjelang momentum politik.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Nurkholis mengingatkan pentingnya memperluas jaringan sosial melalui pendekatan yang sederhana dan alami. Silaturahmi secara rutin dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan dibandingkan kegiatan yang hanya bersifat seremonial.
Muhammad Nurkholis merupakan Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang sekaligus anggota DPRD Kabupaten Semarang periode 2024–2029. Ia mewakili Daerah Pemilihan Semarang 3 yang mencakup Kecamatan Bringin, Bancak, Pabelan, dan Suruh.
Di DPRD Kabupaten Semarang, Nurkholis menjabat Ketua Fraksi PKS serta menjadi anggota Komisi A dan Badan Musyawarah. Sebagai legislator, ia banyak bersinggungan dengan isu pemerintahan desa, administrasi kependudukan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik.
Melalui pertemuan tersebut, Nurkholis berharap para pengurus tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Baginya, usaha sederhana seperti ternak ayam petelur dapat menjadi contoh bahwa kegiatan sosial dan politik bisa tumbuh dari kemandirian, bukan semata-mata dari kekuatan modal.